Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan kelompok fungi simbion obligat yang membentuk hubungan mutualistik dengan akar tumbuhan. Teruntum merah (Lumnitzera littorea) merupakan jenis mangrove sejati yang menyebar pada zona mangrove daratan yang keberadaannya terancam karena alih fungsi hutan mangrove menjadi peruntukan lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kolonisasi akar oleh FMA dan mendeskripsikan hubungannya dengan sifat kimia tanah. Lokasi penelitian terdiri dari tiga lokasi yang ditentukan berdasarkan sebaran teruntum merah dan frekuensi genangan, yaitu Lokasi 1, Lokasi 2, dan Lokasi 3. Sampel akar diambil dari anakan teruntum merah pada setiap lokasi menggunakan metode pengambilan sampel tidak proporsional. Sampel tanah diambil dari sekitar anakan teruntum merah dengan kedalaman 0–20 cm dan dikompositkan berdasarkan lokasi pengamatan. Analisis kolonisasi akar dilakukan berdasarkan metode pewarnaan menggunakan trypan blue 0,05%. Kolonisasi FMA pada akar ditandai dengan adanya kenampakan struktur FMA berupa spora, hifa, vesikula, atau arbuskula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh individu sampel teruntum merah pada ketiga lokasi terkolonisasi oleh FMA dengan persentase kolonisasi berkisar antara 30–100%. Lokasi 3 memiliki rata-rata persentase kolonisasi akar oleh FMA tertinggi dibandingkan dua lokasi lainnya. Tingkat kolonisasi akar oleh FMA diindikasikan berkorelasi positif dengan P-tersedia dan pH H2O. Namun, N total, C-organik, dan KTK tanah diindikasikan berkorelasi negatif dengan tingkat kolonisasi akar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar dan rujukan dalam aplikasi FMA pada teruntum merah, serta untuk mendukung kegiatan rehabilitasi mangrove.
Copyrights © 2026