Otentikasi berbasis One-Time Password (OTP) telah banyak digunakan sebagai metode keamanan dalam proses persetujuan dokumen digital, termasuk pada integrasi 3 aplikasi. Namun, meskipun OTP mampu memberikan lapisan keamanan tambahan dibandingkan autentikasi tunggal berbasis kredensial, metode ini masih memiliki kelemahan seperti potensi intersepsi maupun rekayasa sosial. Untuk memperkuat sistem yang sudah ada, penelitian ini mengusulkan integrasi biometrik sebagai faktor autentikasi tambahan, sehingga membentuk skema Two-Factor Authentication (2FA) yang lebih andal. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan Agile untuk memastikan fleksibilitas, adaptabilitas, serta pengembangan fungsionalitas yang cepat melalui iterasi singkat. Selain itu, desain responsif diterapkan agar sistem dapat diakses lintas perangkat. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman strategi penguatan autentikasi dengan kombinasi OTP dan biometrik dalam konteks persetujuan dokumen terdistribusi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta pengalaman pengguna dalam mengakses dan menyetujui dokumen aplikasi integrasi multi aplikasi tersebut.
Copyrights © 2026