Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pada remaja dan kader posyandu ILP, layanan kesehatan cek haemoglobin, dan terapi anemia serta pembentukan Kelompok Peduli Remaja (PKR). Metode kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan (dua kali), dan tahap pendampingan (tiga kali). Hasil kegiatan pengabdian ini meliputi tahap persiapan dilakukan persiapan jawal kehitan, peserta serta kuisinoner yang digunakan. Tahap pelatihan meliputi pelatihan pertama ikuti oleh remaja (15 orang) dan kader (15 orang). Pada Pelatihan ini dilakukan pretes-postes diperoleh hasil yaitu terjadi peningkatan pengetahuan terkait anemia remaja sebelum dan setelah pelatihan. Pelatihan kedua diikuti oleh remaja (15 orang), dilakukan pelatihan pendidikan sebaya serta pembentuka Kader Peduli Stunting (KPR). Selanjutnya, tahap pendampingan dilakukan sebanyak 3 kali dengan pemberian layanan yaitu cek hemoglobin dan monitoring konsumsi tablet tambah darah, aktivasi kelompok peduli remaja, serta dukungan lintas sektor. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok remaja, dimana sebelum intervensi tidak ada peserta dengan kategori pengetahuan “Baik”, namun setelah intervensi 80,0% mencapai kategori tersebut. Pada kelompok kader posyandu, kategori “Baik” meningkat dari 13,3% menjadi 86,7%. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi terstruktur, pembentukan kelompok, serta pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait anemia dan stunting.
Copyrights © 2026