Penyalahgunaan teknologi deepfake sebagai kejahatan berbasis kecerdasan buatan (AI) mengancam keamanan data pribadi Masyarakat di pedesaan yang minim akan literasi digital. Permasalahan utama dalam pengabdian ini adalah kerentanan warga desa Tanjung Atap terhadap manipulasi identitas digital dan penyalahgunaan data pribadi. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman warga, mengedukasi langkah antisipatif perlindungan data, serta melatih kemampuan deteksi dini konten manipulatif. Pengabdian masyarakat ini dengan desain tindakan partisipatif. Subjek meliputi Masyarakat desa yang terdiri atas perangkat desa, anggota karang taruna dan warga Desa Tanjung Atap, Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif, simulasi deteksi deepfake dan pendampingan teknis. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan literasi Masyarakat desa mengenai bahaya penyalahgunaan deepfake dan kemampuan mempraktikkan pengamanan akun pribadi secara mandiri. Implikasi kegiatan ini telah memperkuat ketahanan digital desa dalam menghadapi ancaman siber masa depan. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi langkah antisipatif efektif dalam meminimalisir risiko penyalahgunaan data pribadi akibat perkembangan AI. Melalui kegiatan ini, Masyarakat desa tidak lagi sekadar menjadi objek teknologi, melainkan subjek cerdas dalam memfilter informasi digital.
Copyrights © 2026