Abortus masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Di Indonesia, kasus abortus masih sering ditemukan pada pelayanan obstetri baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar uterus, biasanya sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional dengan teknik systematic sampling (acak sistematis). Data yang diambil adalah data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian kejadian abortus Habitualis di Rumah Sakit Bhayangkara Dr.Mohammad Hasan didapatkan dari hasil univariat 46,7%, umur resiko tinggi sebesar 68,9% dan umur resiko rendah sebesar 31,1%, paritas resiko tinggi sebesar 68,9% dan paritas resiko rendah sebesar 31,1%, pendidikan tinggi sebesar 49,2% dan pendidikan rendah sebesar 50,8%. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian abortus habitualis, ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian abortus habitualis, ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kejadian abortus habitualis. Disarankan petugas kesehatan meningkatkan penyuluhan kepada ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dan mencegah terjadinya abortus habitualis secara dini.
Copyrights © 2026