Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik ekonomi sirkular berbasis komunitas berkontribusi terhadap Islamic Economic Welfare melalui pemulihan nilai dari sumber daya tekstil pascakonsumsi. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya permasalahan limbah tekstil dan hilangnya nilai ekonomi yang masih terkandung dalam pakaian bekas, terutama pada tingkat komunitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dan desain studi kasus tunggal, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, focus group discussion (FGD), dan analisis dokumen di Desa Kalibeji, Indonesia, yang bermitra dengan Ecotouch Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian bekas yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat ditransformasikan menjadi aset produktif melalui sistem make–use–return yang melibatkan rumah tangga, institusi komunitas, dan mitra industri. Proses tersebut mampu mengurangi value leakage, memperkuat modal sosial, meningkatkan literasi material, mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, serta mengalihkan sekitar satu ton limbah tekstil dari tempat pembuangan akhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa penciptaan kesejahteraan tidak hanya berasal dari mekanisme redistribusi keuangan, tetapi juga dapat muncul melalui pemanfaatan produktif aset material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Secara teoretis, penelitian ini memperluas literatur Islamic Economic Welfare dengan memperkenalkan pemulihan nilai dari dormant assets sebagai mekanisme penciptaan kesejahteraan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan partisipasi komunitas dan kolaborasi industri dalam pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026