Mahasiswa baru merupakan kelompok usia remaja akhir yang rentan mengalami perubahan life style, khususnya terkait pola makan dan aktivitas fisik. Tingginya penggunaan screen time melalui berbagai perangkat digital dapat memicu perilaku sedentari dan mengurangi aktivitas fisik. Kondisi ini seringkali diikuti dengan kecenderungan memilih fast food yang praktis namun tinggi energi, gula, natrium, dan lemak, serta rendah serat dan mikronutrien. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu ketidakseimbangan zat  gizi yang dapat berdampak pada status kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk meneliti hubungan antara penggunaan screen time dan kebiasaan konsumsi fast food pada mahasiswa baru, mengingat fase transisi ini berpengaruh besar terhadap pembentukan pola hidup jangka panjang. Tujuan yang dimiliki pada penelitian ini  untuk menganalisis keterkaitan antara penggunaan screen time, kebiasaan konsumsi fast food, dan status gizi pada mahasiswa Program Studi Gizi UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian yang telah dilaksanakan menganut desain cross-sectional dengan jumlah populasi 112 orang dan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih melalui teknik sampling yang digunaka yaitu random sampling. Data primer didapatkan melalui kuesioner Smartphone Addiction Scale (SAS) untuk mengukur penggunaan screen time (gadget), food frequency questionnaire (FFQ) kualitatif guna menilai konsumsi fast food, serta kuesioner pilihan ganda untuk pengetahuan gizi. Status gizi ditentukan menggunakan penilaian antropometri dengan rujukan indeks IMT/U. Data akan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan Dari hasil penelitian diketahui bahwa 13,5% responden memiliki kebiasaan konsumsi fast food dengan golongan rendah. Selain itu, uji statistik menggambarkan adanya korelasi yang signifikan antara penggunaan screen time dengan status gizi (p < 0,004) dan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi (p < 0,001).
Copyrights © 2026