Artikel ini menganalisis dampak pelayaran Inggris ke Bengkulu dengan menyoroti hubungan antara aktivitas perdagangan dan pengaruh budaya yang ditimbulkannya pada masyarakat lokal. Kehadiran Inggris di Bengkulu sejak akhir abad ke-17 tidak hanya berorientasi pada penguasaan komoditas lada, tetapi juga membawa perubahan dalam struktur sosial, pola interaksi, dan kehidupan budaya masyarakat pesisir. Melalui dengan analisis sumber-sumber sejarah dan kajian literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa pelayaran Inggris berperan sebagai media transfer budaya, administrasi, dan praktik ekonomi baru. Interaksi antara pedagang Inggris dan masyarakat Bengkulu mendorong terbentuknya ruang sosial baru yang ditandai oleh perubahan pola perdagangan, munculnya kelompok perantara lokal, serta pergeseran nilai dan kebiasaan sosial. Meskipun pengaruh budaya Inggris tidak sepenuhnya menggantikan tradisi lokal, proses adaptasi dan akulturasi terjadi secara selektif sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat. Dengan demikian, pelayaran Inggris ke Bengkulu dapat dipahami tidak semata sebagai aktivitas ekonomi kolonial, melainkan sebagai faktor penting dalam dinamika perubahan sosial budaya di Bengkulu pada masa awal kolonialisme Eropa di Nusantara.
Copyrights © 2026