Kesenjangan digital di daerah terpencil membuat banyak sekolah, termasuk SMK Negeri 1 Merbau Mataram, Lampung, menghadapi keterbatasan koneksi internet, rendahnya keterlibatan belajar, serta catatan pencapaian siswa yang sulit diverifikasi dan rentan dimanipulasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji Metaschool, yaitu platform pembelajaran tergamifikasi yang berjalan di jaringan lokal sekolah dan dipadukan dengan blockchain offline untuk mencatat pencapaian belajar secara aman. Metode yang digunakan adalah Design Science Research dengan model pengembangan ADDIE; prototipe dibangun pada jaringan lokal menggunakan ledger permissioned dengan konsensus Proof of Authority, fungsi hash SHA-256, dan Merkle root, kemudian disinkronkan ke node pusat ketika konektivitas tersedia. Pengujian fungsional black-box, pengukuran kinerja, uji integritas terhadap skenario manipulasi data, serta survei keterlibatan dilakukan dalam uji coba terbatas pada satu kelas siswa. Hasil menunjukkan sistem berjalan penuh tanpa internet, mampu mencatat transaksi pencapaian dengan latensi rendah, mendeteksi seluruh skenario manipulasi ledger yang diuji, dan menunjukkan peningkatan rata-rata skor keterlibatan siswa. Sinkronisasi append-only menjaga konsistensi catatan antara node lokal dan pusat. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi gamifikasi dan blockchain offline merupakan pendekatan yang layak untuk dikembangkan dalam peningkatan mutu dan kredibilitas pembelajaran di daerah terpencil.
Copyrights © 2026