Penelitian ini mengkaji partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat desa di Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan melibatkan 249 responden dari 657 unit BUMDes, yang dilanjutkan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Data kuantitatif dianalisis menggunakan pengukuran indeks partisipasi, sedangkan data kualitatif digunakan untuk memvalidasi dan menafsirkan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih berada pada tingkat Degrees of Tokenism, yang menandakan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Struktur kebijakan yang tersentralisasi dan intervensi eksternal menjadi faktor utama yang memengaruhi pengelolaan BUMDes partisipatif. Integrasi teori Arnstein’s Ladder of Participation dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) menghasilkan model transformasi partisipatif melalui pemetaan aset, penguatan kapasitas, pembentukan modal sosial, dan kemitraan kolaboratif. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberdayaan desa yang berkelanjutan memerlukan penguatan otonomi, kapasitas lokal, dan modal sosial.
Copyrights © 2026