SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026

pemilu Dari Buzzer ke Algoritma: Praktik Mikro-Targeting Politik dan Fragmentasi Ruang Publik Digital dalam Pemilu Indonesia: kajian literatur tentang Dari Buzzer ke Algoritma: Praktik Mikro-Targeting Politik dan Fragmentasi Ruang Publik Digital dalam Pemilu Indonesia

muhammad abdul hanif hanif (Prodi Politik Indonesia Terapan, Fakultas Politik Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sumedang, Indonesia)
Dedy Pribadi Uang (Prodi Politik Indonesia Terapan, Fakultas Politik Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sumedang, Indonesia)
Muhammad_Syahdan Aprilianza (Prodi Politik Indonesia Terapan, Fakultas Politik Pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sumedang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2026

Abstract

Abstrak: Kampanye politik di Indonesia bergeser dari jaringan buzzer manusia yang terkoordinasi menuju sistem mikro-targeting berbasis algoritma. Penelitian ini menelusuri trajektori pergeseran tersebut dan konsekuensinya bagi fragmentasi ruang publik digital serta kualitas demokrasi elektoral. Melalui pendekatan sintesis literatur integratif (Torraco, 2016; Whittemore & Knafl, 2005) dengan analisis tematik interpretatif (Braun & Clarke, 2006), kajian ini menelusuri tiga momen kritis: Pilkada DKI Jakarta 2017, Pemilu Presiden 2019, dan Pemilu 2024. Korpus literatur diambil dari basis data Scopus, Sinta, dan Google Scholar, dilengkapi laporan lembaga pengawas pemilu serta arsip publik Meta Ad Library. Penelusuran sistematis pada periode Januari–April 2026 tidak menjumpai studi yang mengintegrasikan konsep algorithmic enclaves dengan kerangka propaganda komputasional untuk membaca evolusi longitudinal ekosistem kampanye digital Indonesia lintas ketiga momen tersebut. Tiga temuan utama muncul. Pertama, ekosistem buzzer Indonesia berkembang dari jaringan manusia informal menjadi sistem semi-organik yang memadukan agen manusia dengan algoritma platform. Kedua, algoritma media sosial aktif membentuk algorithmic enclaves yang memperdalam fragmentasi pemilih berdasarkan garis identitas dan isu. Ketiga, praktik mikro-targeting yang terus meluas mengancam prinsip deliberasi publik yang menopang demokrasi substantif. Kontribusi utama penelitian ini adalah k Kampanye politik di Indonesia bergeser dari jaringan buzzer manusia yang terkoordinasi menuju sistem mikro-targeting berbasis algoritma. Penelitian ini menelusuri trajektori pergeseran tersebut dan konsekuensinya bagi fragmentasi ruang publik digital serta kualitas demokrasi elektoral. Melalui pendekatan sintesis literatur integratif (Torraco, 2016; Whittemore & Knafl, 2005) dengan analisis tematik interpretatif (Braun & Clarke, 2006), kajian ini menelusuri tiga momen kritis: Pilkada DKI Jakarta 2017, Pemilu Presiden 2019, dan Pemilu 2024. Korpus literatur diambil dari basis data Scopus, Sinta, dan Google Scholar, dilengkapi laporan lembaga pengawas pemilu serta arsip publik Meta Ad Library. Penelusuran sistematis pada periode Januari–April 2026 tidak menjumpai studi yang mengintegrasikan konsep algorithmic enclaves dengan kerangka propaganda komputasional untuk membaca evolusi longitudinal ekosistem kampanye digital Indonesia lintas ketiga momen tersebut. Tiga temuan utama muncul. Pertama, ekosistem buzzer Indonesia berkembang dari jaringan manusia informal menjadi sistem semi-organik yang memadukan agen manusia dengan algoritma platform. Kedua, algoritma media sosial aktif membentuk algorithmic enclaves yang memperdalam fragmentasi pemilih berdasarkan garis identitas dan isu. Ketiga, praktik mikro-targeting yang terus meluas mengancam prinsip deliberasi publik yang menopang demokrasi substantif. Kontribusi utama penelitian ini adalah konsep ekosistem propaganda komputasional berlapis sebagai kerangka analitik baru untuk konteks non-Barat. onsep ekosistem propaganda komputasional berlapis sebagai kerangka analitik baru untuk konteks non-Barat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

seikat

Publisher

Subject

Arts Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum (SJISPH) is an open access, and peer-reviewed journal, with the online registered number E-ISSN 2964-0962. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social, political and law ...