Kecelakaan kerja pada industri manufaktur umumnya disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe action) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan, dan sosialisasi dengan tindakan tidak aman pada pekerja produksi PT. Wijaya Karya Beton Tbk Unit Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 57 pekerja yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori tindakan aman (75,4%). Variabel yang berhubungan signifikan dengan tindakan tidak aman adalah sikap (p = 0,027) dan pengawasan (p = 0,002). Sementara itu, pengetahuan (p = 0,336) dan sosialisasi (p = 1,000) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Pengawasan muncul sebagai faktor paling dominan dalam mencegah tindakan tidak aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan perilaku aman pekerja lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama efektivitas pengawasan, daripada faktor internal seperti pengetahuan. Evaluasi terhadap metode sosialisasi dan peningkatan kualitas pengawasan diperlukan untuk memperkuat budaya keselamatan kerja.
Copyrights © 2026