Pendahuluan – Pesatnya penggunaan metode pembayaran nontunai (cashless payment) di kalangan siswa SMA Generasi Z menimbulkan kekhawatiran terhadap menurunnya kemampuan mengendalikan pengeluaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan cashless payment terhadap pengendalian pengeluaran siswa SMA Generasi Z di Kota Bandung. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 64.061 siswa SMA di Kota Bandung berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil – Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan cashless payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian pengeluaran (B = 0,528; t = 9,778; p < 0,001) dengan koefisien determinasi sebesar 49,4% (R² = 0,494). Kemudahan penggunaan pembayaran digital, khususnya melalui QRIS dan promosi dompet digital, cenderung melemahkan pengendalian diri (rata-rata indikator Y3 = 3,08) serta pengelolaan anggaran uang saku (rata-rata indikator Y1 = 3,21). Kebaruan – Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai pengaruh penggunaan cashless payment terhadap pengendalian pengeluaran pada siswa SMA Generasi Z di Kota Bandung, kelompok yang masih relatif jarang dikaji dalam konteks perilaku keuangan digital di Indonesia. Signifikansi – Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merancang program literasi keuangan digital yang mendorong penggunaan pembayaran nontunai secara bijak serta memperkuat kemampuan siswa dalam mengelola pengeluaran.
Copyrights © 2026