Tujuan – Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Kuningan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah, namun akses terhadap pembiayaan formal masih menghadapi berbagai kendala akibat rendahnya tingkat digitalisasi dan terbatasnya penerapan praktik akuntansi hijau (green accounting). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas adopsi financial technology (fintech) dan penerapan green accounting terhadap akses pembiayaan pada UKM di Kabupaten Kuningan. Metodologi – Penelitian ini menggunakan desain survei eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 170 UKM yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dari populasi UKM yang beroperasi di Kabupaten Kuningan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS. Analisis meliputi evaluasi outer model (validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas) serta evaluasi inner model (R-Square dan Q-Square), sedangkan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan teknik bootstrapping. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas adopsi fintech dan penerapan green accounting masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses pembiayaan, baik secara parsial maupun simultan. UKM yang memanfaatkan layanan fintech secara lebih intensif serta menerapkan praktik pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan biaya lingkungan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan. Temuan ini sejalan dengan Technology Acceptance Model (TAM) dan Legitimacy Theory. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan intensitas adopsi fintech, bukan sekadar status adopsi (ya/tidak), serta penerapan green accounting sebagai prediktor simultan terhadap akses pembiayaan. Kombinasi kedua variabel tersebut masih jarang diteliti, khususnya pada tingkat kabupaten di negara berkembang seperti Kabupaten Kuningan. Signifikansi – Penelitian ini memberikan manfaat bagi pemilik UKM dalam meningkatkan kelayakan memperoleh pembiayaan, bagi lembaga keuangan dalam merancang produk pembiayaan yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan, serta bagi pemerintah daerah dalam menyusun program peningkatan kapasitas digital dan kepedulian lingkungan bagi pelaku usaha kecil.
Copyrights © 2026