Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Langsa. Salah satu faktor penghambat dalam upaya pencegahan adalah minimnya pemahaman penderita mengenai cara penularan penyakit. Edukasi yang efektif sangat diperlukan untuk menekan angka kasus di tengah masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan penderita TB mengenai penularan penyakit di wilayah Kota Langsa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui rancangan Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan menggunakan media video edukasi berdurasi 3 menit 35 detik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada penderita TB setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup dan kurang. Setelah pemberian edukasi melalui video, hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang nyata antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: Penggunaan media video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan penderita TB mengenai penularan penyakit di wilayah Kota Langsa. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan penggunaan media audiovisual dalam memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat agar informasi lebih mudah dipahami
Copyrights © 2026