Latar Belakang: Selama lebih dari lima dekade, Demam Berdarah Dengue (DBD), telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang cenderung mengalami fluktuasi di seluruh dunia, termasuk di Kota Banda Aceh terlihat dari meningkatnya Insiden Rate (IR) dan angka kematian secara signifikan sehingga memerlukan kajian yang mengintegrasikan determinan kejadian dengan pendekatan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan, autokorelasi spasial dan cluster kejadian DBD di Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian menggunakan desain case-control dan studi deskriptif analitik berbasis Geographic Information System (GIS). Analisis statistik dilakukan menggunakan Stata 17, sedangkan analisis spasial menggunakan Google Earth Pro, GeoDa, dan SatScan.Hasil: Kejadian DBD berhubungan dengan pengetahuan, sikap, perilaku, dukungan petugas kesehatan, lingkungan, dan kepadatan hunian (p<0,05), dengan kombinasi faktor host dan lingkungan sebagai pengaruh terbesar (Pseudo R²=44%). Analisis GeoDa tidak menunjukkan hubungan antara kepadatan penduduk dan kejadian DBD, sedangkan SatScan mengidentifikasi delapan cluster DBD dengan cluster utama di Kecamatan Meuraxa, Kuta Raja, dan Baiturrahman.Kesimpulan: Integrasi analisis spasial dan faktor individu memberikan dasar bagi pengendalian DBD yang lebih efektif dan terarah di Kota Banda Aceh.
Copyrights © 2026