Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ekonomi dan strategi pengembangan usaha ayam petelur berdasarkan analisis SWOT di Desa Dowasan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling terhadap 35 peternak yang tergabung dalam KTT Layer Farm Dowasan dengan total populasi 2.750 ekor ayam fase layer. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan analisis R/C Ratio dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur mencapai 2.300 butir per hari atau 69.000 butir per bulan dengan total penerimaan sebesar Rp121.324.000 per bulan. Total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp70.000.000 per bulan, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp51.324.000 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 1,73 menunjukkan bahwa usaha ayam petelur tersebut layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan usaha terdapat pada sistem pemeliharaan intensif, produktivitas yang stabil, serta adanya pendapatan tambahan dari ayam afkir dan kotoran ayam. Kelemahan utama adalah tingginya biaya pakan dan ketergantungan terhadap penjualan telur. Peluang pengembangan berasal dari permintaan telur yang stabil, perluasan pasar, dan pemanfaatan teknologi, sedangkan ancaman berasal dari fluktuasi harga pakan, harga telur, dan risiko penyakit. Strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan yaitu meningkatkan efisiensi pakan, memperkuat manajemen pemeliharaan, serta melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur.
Copyrights © 2026