Penyakit jantung memerlukan deteksi dini agar pasien berisiko dapat diidentifikasi lebih cepat berdasarkan data klinis yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma CatBoost untuk klasifikasi risiko penyakit jantung menggunakan data rekam medis pasien RSUD Haji Makassar. Dataset terdiri atas 640 data pasien periode 2021–2025 dengan fitur jenis kelamin, usia, glukosa, ureum, kreatinin, SGOT, SGPT, tekanan darah sistolik, dan tekanan darah diastolik. Target klasifikasi dibentuk berdasarkan diagnosis ICD-10 menjadi dua kelas, yaitu tidak berisiko dan berisiko penyakit jantung. Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, imputasi nilai hilang menggunakan median, pembagian data latih dan data uji, pelatihan model CatBoost, serta evaluasi menggunakan accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, AUC-ROC, dan 5-fold cross-validation. Hasil pengujian menunjukkan accuracy 96,09%, weighted F1-score 94,18%, macro F1-score 49,00%, dan AUC-ROC 0,8943. Meskipun metrik agregat terlihat tinggi, confusion matrix menunjukkan model memprediksi seluruh data uji sebagai kelas berisiko dan gagal mengenali kelas tidak berisiko. Oleh karena itu, model belum layak diarahkan pada aplikasi klinis sebelum dilakukan perbaikan melalui pembobotan kelas, penyesuaian ambang keputusan, evaluasi imputasi yang lebih adaptif, dan validasi eksternal.
Copyrights © 2026