Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Pada tahun 2024, kasus DBD di Provinsi Sumatera Selatan mencapai 4.430 kasus dengan 37 kematian, di mana Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Puskesmas Sekip Palembang mencatat 66 kasus DBD pada periode Januari–Desember 2023 (total sampling). Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, antara lain keberadaan jentik nyamuk (60,6%), tidak melakukan tindakan 4M Plus (56,8%), dan hunian padat (68,2%), diyakini berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah Puskesmas Sekip Palembang tahun 2024. Desain penelitian menggunakan case-control study dengan 66 kasus dan 66 kontrol (perbandingan 1:1). Penelitian dilakukan pada tanggal 9-19 April 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, kuesioner, dan observasi lingkungan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara keberadaan jentik nyamuk, kondisi tempat penampungan air, kebiasaan menguras, pengelolaan sampah, dan kondisi saluran air limbah dengan kejadian DBD (p<0,05). Keberadaan jentik nyamuk merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh. Puskesmas Sekip perlu segera memperkuat program PSN melalui intensifikasi pemantauan jentik, peningkatan cakupan penyuluhan 4M Plus yang berorientasi praktik, dan kolaborasi multisektoral untuk perbaikan infrastruktur sanitasi.
Copyrights © 2024