Paparan sinar matahari yang berkepanjangan berdampak buruk pada kulit, meningkatkan risiko eritema, sengatan matahari, dan berpotensi kanker kulit akibat radiasi UV-B yang berbahaya. Flavonoid, fenol, dan tanin dalam kulit jeruk nipis dapat berfungsi sebagai agen tabir surya alami, karena kemampuannya untuk mengurangi intensitas paparan UV. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi agen pembentuk gel yang ideal dengan mengevaluasi kombinasi karbopol dan CMC-Na dalam formulasi gel ekstrak etanol kulit jeruk nipis (EKJN) untuk digunakan sebagai tabir surya. Pembuatan EKJN dilakukan melalui proses maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Optimasi karbopol dan CMC-Na dilakukan dengan menggunakan pendekatan Simplex Lattice Design, dengan pH, viskositas, daya rekat, dan daya sebar sebagai faktor respons dalam formulasi. Formula terbaik dievaluasi efektivitas tabir suryanya dengan spektrofotometer UV-Vis, dan daya tahan gel optimal diperiksa melalui siklus beku-cair (freeze thaw). Hasil optimasi menunjukkan kombinasi optimal carbopol:CMC-Na adalah 0,5g: 4,5g. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kecokelatan, berbau khas jeruk nipis, homogen dengan pH 6,36 ± 0,15, daya sebarr 7,30 ± 0,05 cm, daya lekat 7,27 ± 0,15 detik dan nilai viskositas 250,33 ± 1,52 dPa.s. Nilai SPF 29,75 ± 0,40 dikategorikan sebagai perlindungan sedang. Uji stabilitas freeze-thaw cyling selama 6 siklus menunjukkan sediaan gel tetap stabil selama penyimpanan. Gel EKJN dengan formulasi yang optimum berpotensi sebagai tabirr surya yang efektif dan stabil.
Copyrights © 2026