Hiperkolesterolemia adalah kondisi tidak menular di mana kadar kolesterol darah melebihi batas normal = 200 mg/dl. Ketidaktepatan memakai obat hiperkoleterolemia dapat meningkatkan risiko efek samping serta kegagalan dalam terapi. Dua faktor penting yang memengaruhi ketepatan penggunaan obat adalah pengetahuan dan sikap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan dan sikap dengan ketepatan penggunaan obat pada pasien hiperkolesterolemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Desain studi ini adalah cross-sectional dengan pengambilan sampel total sampling sebanyak 70 pasien yang sedang menjalani pengobatan. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, serta ketepatan penggunaan obat, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square guna menguji hubungan antarvariabel. Sebanyak 34 responden (48,6%) memiliki pengetahuan cukup, 34 responden (48,6%) sikap cukup, serta 51 responden (72,9%) tidak tepat dalam penggunaan obat. Analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi pengetahuan (p=0,005) dan sikap (p=0,001), sementara analisis multivariat mengindikasikan pengetahuan sebagai variabel paling dominan (p=0,033), yang berarti lebih berhubungan dengan ketepatan penggunaan obat hiperkolesterolemia dibanding sikap.
Copyrights © 2026