Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam yang mengandung nilai-nilai moral, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Namun, dalam realitas masyarakat masih ditemukan berbagai bentuk penyimpangan moral dan penyalahgunaan otoritas yang menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai Qurani dan praktik kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui Paradigma Qurani berdasarkan QS. An-Naml ayat 54 dan QS. Shad ayat 26. Kajian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), studi literatur, dan analisis terhadap kandungan ayat serta relevansinya dengan kondisi sosial saat ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penyimpangan moral dan penyalahgunaan kekuasaan dipengaruhi oleh dominasi hawa nafsu, lemahnya integritas, serta kurang optimalnya penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an guna membangun moralitas dan kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab.
Copyrights © 2026