Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Earnings Per Share (EPS) terhadap return saham pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 20 emiten dengan total 120 observasi data panel berimbang (balanced panel). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model estimasi terpilih yaitu Common Effect Model (CEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, profitabilitas (ROA) dan struktur modal (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan return saham. Hal ini mengindikasikan bahwa pada periode pasca-pandemi, persepsi pasar lebih didominasi oleh faktor eksternal dan status too big to fail pada emiten tertentu. Sebaliknya, EPS terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, menjadikannya sinyal fundamental yang paling responsif ditangkap oleh investor. Secara simultan, ROA, DER, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap return saham dengan daya penjelas (Adjusted R²) sebesar 6,02%. Temuan ini menegaskan berlakunya signaling theory khususnya pada indikator laba per saham di tengah volatilitas pasar.
Copyrights © 2026