Kinerja keuangan merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, khususnya dalam menghasilkan laba serta menjaga stabilitas keuangan. PT Unilever Indonesia Tbk sebagai salah satu perusahaan terkemuka di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menghadapi berbagai tantangan selama periode 2020–2024, mencakup dampak pandemi COVID-19, perubahan daya beli masyarakat, tekanan inflasi, kenaikan harga bahan baku, serta persaingan pasar yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk menggunakan rasio likuiditas (Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio), rasio profitabilitas (GPM, OPM, NPM, ROA, ROE), analisis tren, dan analisis perbandingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder laporan keuangan konsolidasian periode 2020–2024. Hasil menunjukkan tren penurunan pada sebagian besar indikator: Current Ratio turun dari 66% menjadi 45%, Net Profit Margin dari 16,67% menjadi 9,59%, dan ROA dari 34,89% menjadi 20,99%. Sebaliknya ROE meningkat menjadi 156,74% pada 2024 akibat penurunan signifikan ekuitas perusahaan. Secara keseluruhan, perusahaan masih mampu memberikan pengembalian tinggi bagi pemegang saham, namun perlu meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi pengelolaan aset..
Copyrights © 2026