Pengukuran pH berperan penting dalam menjaga kualitas air pada sistem akuarium yang membutuhkan kestabilan untuk mendukung kehidupan organisme akuatik, di mana ikan air tawar umumnya memerlukan rentang pH sehat antara 6,5–7,5. Penelitian ini menganalisis kinerja sensor PH-4502C sebagai alternatif alat ukur pH yang sederhana dan ekonomis, dengan fokus pada karakteristik kelistrikan penting meliputi sensitivitas, linieritas, dan histerisis. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahap: uji akurasi menggunakan larutan buffer standar, uji presisi, uji stabilitas waktu, uji respon perubahan pH, serta evaluasi parameter kalibrasi berupa slope sensor dan offset error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor memiliki sensitivitas sebesar -198,5 mV/pH dengan linieritas yang sangat baik (R² mendekati 1). Offset error yang diperoleh dari kalibrasi menunjukkan nilai yang kecil (0,08 pH), mengindikasikan kalibrasi yang baik. Pengujian histerisis menunjukkan deviasi yang minimal (di bawah 0,05 pH) saat arah perubahan pH dibalik. Presisi pengukuran tergolong tinggi, ditunjukkan oleh nilai koefisien variasi (CV) 0,19%. Pada uji stabilitas waktu, sensor menunjukkan drift sebesar 0,06 pH/jam, namun nilainya masih dapat diterima. Respon sensor terhadap perubahan pH membutuhkan waktu t95 sekitar 50 detik. Waktu respon ini memadai untuk monitoring akuarium dengan perioda sampling 1 detik karena perubahan pH alami bersifat lambat. Secara keseluruhan, sensor PH-4502C layak digunakan sebagai perangkat monitoring pH pada akuarium berbasis mikrokontroler sebagai solusi berbiaya rendah namun andal. .
Copyrights © 2026