Bioplastik berbahan dasar sumber daya terbarukan semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap plastik berbasis petroleum. Pati talas Belitung memiliki potensi sebagai bahan dasar bioplastik, namun diperlukan penguatan melalui penambahan filler dan pemlastis untuk meningkatkan sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh selulosa kulit nanas dan gliserol terhadap karakteristik bioplastik, meliputi permeabilitas uap air, opasitas, kelarutan, ketebalan, dan biodegradasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3×3 dengan dua faktor, yaitu selulosa (4, 5, 6 g) dan gliserol (3, 4, 5 g). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selulosa dan gliserol tidak memberikan pengaruh nyata pada seluruh parameter. Nilai permeabilitas uap air berkisar 0,0010–0,0816 g/m²/hari, opasitas 4,63–7,26 abs/mm, kelarutan 0,0020–0,0037%, ketebalan 50,8–78,1 µm, dan biodegradasi 50–78% selama 14 hari. Walaupun tidak berbeda nyata, bioplastik yang dihasilkan memenuhi beberapa standar dan menunjukkan potensi sebagai bahan kemasan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026