Jagung (Zea mays L.) termasuk salah satu komoditas pangan strategis yang berpotensi untuk terus dikembangkan karena menjadi sumber utama karbohidrat dan protein setelah padi. Penurunan produksi jagung di Indonesia menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan kebutuhan domestik, salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu fisiologis benih, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu benih melalui teknik invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi bioslurry dan lama perendaman yang paling efektif terhadap viabilitas dan vigor benih jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas empat taraf kepekatan bioslurry, yaitu tanpa perendaman (A0), air (A1), air:bioslurry 2:1 (A2), dan air:bioslurry 1:1 (A3), serta tiga taraf lama perendaman, yaitu 12 jam (L1), 24 jam (L2), dan 48 jam (L3). Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi indeks vigor, daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, benih segar tidak tumbuh, berat basah kecambah normal, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa priming benih menggunakan bioslurry efektif meningkatkan viabilitas dan vigor benih jagung. Perlakuan air:bioslurry (2:1) selama 12 jam dan air:bioslurry (1:1) selama 24 jam merupakan kombinasi yang paling potensial untuk diterapkan dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung.
Copyrights © 2026