Media Matrasain
Vol. 23 No. 1 (2026): MEDIA MATRASAIN

Konsep Kota Layak Huni Di Kota Tomohon

Enrique Schon Jonathan Tangkawarouw (Perencanaan Wilayah dan Kota Unsrat)
Windy J Mononimbar (Universitas Sam Ratulangi)
Pingkan Peggy Egam (Universitas Sam Ratulangi)



Article Info

Publish Date
04 Jul 2026

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan kota di Indonesia, khususnya di Kota Tomohon, menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menilai kondisi Tomohon berdasarkan kriteria kota layak huni dari Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun Tomohon memiliki karakteristik yang mendukung konsep kota layak huni, ada variasi dalam kriteria tersebut. Indikator terbagi menjadi empat kuadran: Kuadran Mencakup fasilitas pejalan kaki dan akses bagi difabel; Kuadran II mencakup kebersihan lingkungan dan fasilitas kesehatan; Kuadran III mencakup perlindungan sejarah sejarah dan ketersediaan lapangan kerja; Kuadran IV mencakup pencemaran lingkungan dan angkutan umum. Hasil penelitian ini jelas menunjukkan posisi indikator kota layak huni di Tomohon dan membantu mengidentifikasi prioritas untuk perbaikan kebijakan. Hasil pengelompokan indikator ke dalam kuadran IPA dapat dijadikan sebagai analisis pendekatan dalam memahami tingkat kepentingan dan tingkat kinerja masing-masing aspek kelayakhunian kota. Pengelompokan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kajian dan evaluasi kondisi kota layak huni secara terstruktur. Kata Kunci: Kota Layak Huni, Important Performance Analysis, Perencanaan dan Evaluasi, Kota Tomohon ABSTRACT The city of Manado, as the capital of North Sulawesi Province, has geographical characteristics dominated by Urban growth in Indonesia, particularly in Tomohon City, faces challenges in creating a sustainable urban environment. This study assesses the condition of Tomohon based on the livable city criteria of the Indonesian Association of Planners (IAP), using qualitative descriptive analysis and Importance Performance Analysis (IPA). The results indicate that although Tomohon has characteristics that support the concept of a livable city, there is variation in these criteria. Indicators are divided into four quadrants: Quadrant I covers pedestrian facilities and access for people with disabilities; Quadrant II covers environmental cleanliness and health facilities; Quadrant III covers the protection of historical buildings and the availability of employment; Quadrant IV covers environmental pollution and public transportation. The results of this study clearly show the position of livable city indicators in Tomohon and help identify priorities for improvement policies. The results of grouping indicators into IPA quadrants can be used as an analytical approach in understanding the level of importance and performance of each aspect of city livability. This grouping can be used as a consideration in a structured study and evaluation of livable city conditions. Keywords: Livable City, Important Performance Analysis, Planning and Evaluation, Tomohon City

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmm

Publisher

Subject

Arts Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science

Description

Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban ...