Perkembangan era digital dan modernisasi perkotaan telah mendorong peningkatan overconsumption di kalangan masyarakat urban di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan tantangan kebijakan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas instrumen kebijakan pemerintah dalam mengendalikan konsumsi berlebih, serta mengidentifikasi faktor penyebab lemahnya implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur kebijakan, studi empiris terbaru, dan dokumen regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan masih rendah akibat lemahnya mekanisme pengawasan, regulasi promosi digital yang belum adaptif, serta rendahnya literasi konsumsi masyarakat. Selain itu, kemudahan akses kredit daring dan maraknya pemasaran berbasis influencer memperkuat perilaku konsumtif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi iklan digital, peningkatan literasi konsumen, serta penyediaan ruang publik non-konsumtif sebagai alternatif. Temuan ini diharapkan mendukung pencapaian SDGs 12. Kata kunci : Evaluasi Kebijakan, Overconsumption, Masyarakat Urban.
Copyrights © 2026