Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran literasi keuangan digital, pandangan terhadap risiko, dan tingkat kepercayaan dalam aktivitas transaksi digital dengan menggunakan Kode Respons Cepat Standar Indonesia (QRIS) melalui lensa Model Penerimaan Teknologi (TAM). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan basis data seperti Google Scholar, DOAJ, dan Garuda untuk periode 2023 hingga 2026. Dari total 42 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 31 artikel memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam analisis. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital dan kepercayaan berkontribusi positif terhadap pemakaian QRIS, sementara pandangan terhadap risiko menunjukkan dampak negatif. Dalam konteks TAM, ketiga elemen ini mempengaruhi penerimaan teknologi lewat persepsi mengenai manfaat dan kemudahan penggunaannya. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada artikel-artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan berfokus pada tiga variabel utama. Implikasi – Hasil penelitian ini memberikan implikasi untuk kemajuan lebih lanjut dalam studi TAM serta peningkatan pemanfaatan QRIS. Kebaruan – Kebaruan dari penelitian ini terletak pada sintesis yang menyeluruh mengenai literasi keuangan digital, pandangan terhadap risiko, dan kepercayaan dalam konteks penggunaan QRIS.
Copyrights © 2026