Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. WHO merekomendasikan strategi DOTS dengan keterlibatan Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk meningkatkan kepatuhan tersebut.Tinjauan ini bertujuan menganalisis bagaimana dukungan dari PMO memengaruhi tingkat ke patuhan pengobatan pasien tuberkulosis.Penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan PRISMA. Kajian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka sistematis berbasis PRISMA. Artikel dipilih dari Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed berdasarkan kriteria inklusi, selanjutnya dievaluasi dilakukan secara tematik terhadap sepuluh artikel yang memenuhi kriteria. Hubungan yang signifikan antara keterlibatan PMO dan kepatuhan pasien ditemukan pada sebagian besar studi. Pengetahuan PMO, kedekatan relasional, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang menentukan efektifitas PMO. Namun, efektivitas PMO masih bergantung pada konteks sosial dan kapasitas individu yang beragam. PMO memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pengobatan TBC. Optimalisasi peran ini perlu ditingkatkan dengan pelatihan berbasis kompetensi, pemantauan rutin, dan integrasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026