Perkembangan ruang digital membuat pembentukan citra diri tidak lagi hanya terjadi di media sosial konvensional, tetapi juga pada platform game seperti Roblox. Pada platform Roblox terdapat fitur kustomisasi avatar yang memungkinkan pemain menampilkan gaya, karakteristik, dan keunikan diri. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif bermain Roblox memanfaatkan avatar bukan sekadar karakter permainan, melainkan sebagai representasi identitas diri di dunia virtual. Namun, proses kustomisasi avatar belum tentu dimaknai sebagai upaya pembentukan personal branding digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kustomisasi avatar Roblox terhadap pembentukan personal branding digital Generasi Z. Metode yang diaplikasikan adalah kuantitatif kausalitas guna mengidentifikasi tingkat pengaruh variabel (X) terhadap (Y). Partisipan penelitian berjumlah 100 responden dari Generasi Z yang memiliki akun Roblox aktif dan telah melakukan kustomisasi avatar. Data dihimpun melalui distribusi kuesioner dengan memanfaatkan platform Google Forms. Kajian ini didasarkan pada teori Uses and Gratifications yang berasumsi bahwa individu secara aktif mengonsumsi media guna mencukupi kebutuhan hiburan, identitas, akses informasi, serta interaksi sosial. Temuan studi mengindikasikan bahwa intensitas kustomisasi avatar berpengaruh signifikan terhadap pembentukan personal branding, dibuktikan melalui Sig. < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Nilai R Square sebesar 0,666 menandakan bahwa variabel intensitas kustomisasi avatar berkontribusi sejumlah 66,6% terhadap pembentukan personal branding.
Copyrights © 2026