Kemajuan pesat teknologi internet telah secara signifikan meningkatkan kebutuhan akan bandwidth untuk website, yang menyebabkan overload pada server dan penurunan kualitas layanan. Untuk mengatasi Permasalahan tersebut dapat digunakan teknologi Content Delivery Network (CDN) sebagai pengoptimalisasi kinerja website dan memberikan perlindungan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan CDN terhadap serangan SQL Injection dengan menggunakan metode Vulnerability Assessment (VA). Pengujian dilakukan pada empat website menggunakan alat Acunetix Web Vulnerability Scanner dan SQLMap. Temuan menunjukkan tingkat keamanan yang bervariasi, dengan persentase keamanan antara 83,5% hingga 100%. Meskipun CDN membantu meringankan beban server, kerentanan aplikasi web tetap dapat dieksploitasi oleh beberapa jenis serangan jika tidak dilindungi dengan benar. Meskipun serangan SQL Injection tidak terdeteksi dalam semua kasus, risiko yang ditimbulkan oleh direktori yang tidak terlindungi, file sensitif, dan informasi yang terekspos menyoroti pentingnya langkah-langkah keamanan yang menyeluruh. Penelitian ini menekankan kebutuhan penting bagi pengembang dan administrator web untuk meningkatkan protokol keamanan CDN, di luar perlindungan dasar dari Distributed Denial of Service (DDoS), guna melindungi dari ancaman siber yang terus berkembang. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan pertahanan aplikasi web dan memastikan sistem CDN dikonfigurasi dengan efektif untuk melindungi data pengguna dan fungsi keseluruhan website.
Copyrights © 2026