Dismenorea merupakan kondisi yang sering dialami oleh remaja putri. Meskipun sering dianggap sebagai bagian normal dari proses menstruasi, dismenorea dapat mempengaruhi kualitas hidup remaja putri, menyebabkan gangguan emosional, penurunan konsentrasi, dan bahkan ketidakhadiran dari sekolah. Dismenorea dapat diatasi dengan manajemen non farmakologi yaitu teknik relaksasi seperti massage effleurage. Massage effleurage dapat meningkatkan sirkulasi darah, memberikan tekanan, mendorong relaksasi fisik dan mental. Efek tersebut dapat menurunkan dismenorea. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini dilakukan melalui pelatihan dengan pemberian materi, demonstrasi, dan praktik. Tempat pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada santriwati di Pondok Pesantren Al Ishlah Sendang Agung Lamongan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 135 santriwati. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat, dapat dilihat dari hasil pengisian kuisioner sebelum pelatihan peserta yang memiliki pengetahuan baik hanya 12 (8.9%) orang, setelah diberikan materi praktik massage effleurage terjadi perubahan, santriwati yang memiliki pengetahuan baik menjadi 117 santriwati (86.7%). Sebelum pelatihan tidak ada santri yang dapat melakukan massage effleurage saat mengalami dismenorea. Setelah pelatihan 122 santriwati (90 %) dapat melakukan massage effleurage. Pendidikan kesehatan tentang dismenorea dan massage effleurage memberikan manfaat yang signifikan bagi santriwati. Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi santriwati dalam mengatasi dismenorea. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, santriwati menjadi lebih mampu melakukan penanganan yang tepat sehingga dapat mengurangi dampak negatif dismenorea dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Copyrights © 2026