Perairan Laut Banda memiliki dinamika oseanografi yang dipengaruhi oleh fenomena upwelling dan downwelling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi upwelling dan downwelling di Laut Banda sepanjang tahun 2023 dengan menggunakan data pemodelan dari Marine Copernicus dan ECMWF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikasi upwelling paling kuat terjadi pada monsun timur, yang ditandai oleh suhu permukaan laut yang lebih rendah dan peningkatan konsentrasi klorofil-a. Sementara itu, kondisi downwelling lebih dominan pada monsun peralihan, terutama ketika arus dan angin bergerak menuju pesisir. Perbedaan pola upwelling dan downwelling di Laut Banda dipengaruhi oleh variabilitas angin monsun, topografi dasar laut, arus laut regional, serta masukan nutrien dari daratan. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap ekosistem perairan, khususnya terhadap ketersediaan nutrien bagi fitoplankton sebagai dasar rantai makanan laut. Oleh karena itu, pemahaman terhadap dinamika upwelling dan downwelling di Laut Banda penting untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan.
Copyrights © 2026