Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Vol 29, No 2 (2026): Mei-Agustus 2026

INSTAGRAM SEBAGAI RUANG APRESIASI DIGITAL: ANALISIS LUKISAN ABSTRAK KARYA DINIYAH NURMALA

Aisyah Nurvita Pranata (Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang)
Ratih Ayu Pratiwinindya (Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran praktik apresiasi seni lukis abstrak dari ruang pamer fisik ke ruang digital melalui Instagram. Fokus penelitian meliputi karakter visual karya, peran Instagram sebagai medium alternatif, serta perubahan pengalaman estetis audiens di lingkungan daring. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap unggahan karya Diniyah Nurmala. Data diperoleh melalui observasi visual, dokumentasi komentar, serta wawancara berbasis kuesioner terbuka kepada apresiator yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang mendorong keterlibatan audiens secara partisipatif, meskipun respons yang muncul cenderung singkat dan berbasis kesan awal. Pengalaman estetis tetap terbentuk melalui kekuatan visual karya, namun terbatas pada dimensi visual tanpa dukungan pengalaman sensorik langsung. Dengan demikian, apresiasi seni di ruang digital tidak menggantikan pengalaman luring, melainkan berfungsi sebagai pelengkap yang memperluas akses dan membentuk pola apresiasi yang lebih terbuka dan dinamis.Kata kunci: apresiasi seni; Instagram; lukisan abstrak; media digital; pengalaman estetis---Instagram as a Digital Appreciation Space: An Analysis of Abstract Paintings by Diniyah Nurmala. This study examines the shift in abstract painting appreciation practices from physical exhibition spaces to the digital space of Instagram. The research focuses on the visual characteristics of the works, the role of Instagram as an alternative medium, and the transformation of audience aesthetic experience in online environments. A qualitative method was employed through a case study approach examining Diniyah Nurmala’s uploaded works. Data were collected via visual observation, documentation of comments, and open-ended questionnaire-based interviews with purposively selected appreciators. The findings indicate that Instagram functions not merely as a publication medium, but also as an interactive space that encourages participatory audience engagement, although the responses that emerge tend to be brief and impression-based. Aesthetic experience is still formed through the visual strength of the works, yet remains confined to the visual dimension without the support of direct sensory experience. Thus, art appreciation in digital spaces does not replace offline experience; rather, it serves as a complement that broadens access and shapes a more open and dynamic pattern of appreciation.Keywords: art appreciation; Instagram; abstract painting; digital media; aesthetic experience

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ars

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, ...