Penelitian ini menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah (RLS) dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan terhadap Indeks Pembangunan Gender (IPG) di 38 kabupaten/kota Jawa Timur tahun 2024. Analisis ini menggunakan data BPS dengan membandingkan tiga model (linier, kuadratik, kubik) dengan kriteria AIC, R², adjusted R², MSE, dan MAE. Hasilnya, model kubik terpilih sebagai terbaik dengan AIC terendah (63,054), adjusted R² tertinggi (0,684), serta MSE (3,450) dan MAE (1,573) terendah, serta memenuhi asumsi klasik. Penelitian menemukan bahwa RLS tidak signifikan secara individual, namun interaksinya dengan TPAK berpengaruh positif signifikan (p=0,027). TPAK berpengaruh signifikan dengan pola non-linier (kuadrat p=0,023; kubik p=0,021). Secara simultan, semua variabel berpengaruh signifikan (F=12,47; p=2,29×10⁻⁷). Oleh karena itu, diperlukan adanya perluasan akses pendidikan di wilayah RLS rendah, peningkatan serapan kerja formal di wilayah TPAK rendah, dan evaluasi kualitas pekerjaan di wilayah TPAK tinggi namun IPG rendah.
Copyrights © 2026