Budidaya semangka sering dihadapkan pada permasalahan pertumbuhan yang tidak stabil dan rendahnya hasil produksi, terutama pada kondisi ketersediaan air yang terbatas serta tekanan gulma yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mulsa dan pupuk organik terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman semangka, serta mengevaluasi adanya interaksi antara kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Gampong Lampreh LT, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada bulan Juni hingga Agustus 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3×3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis mulsa organik (jerami, serbuk gergaji, dan alang‑alang), sedangkan faktor kedua adalah jenis pupuk organik (kotoran sapi, kotoran kambing, dan kompos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan panjang tanaman umur 5 minggu setelah tanam (MST), berpengaruh nyata pada umur 3 dan 7 MST, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang tanaman umur 1 MST, panjang buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Jenis pupuk organik tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Tidak terdapat interaksi antara jenis mulsa organik dan jenis pupuk organik terhadap seluruh peubah pertumbuhan dan hasil semangka.
Copyrights © 2026