Pola asuh religius dalam keluarga kyai selama ini dipahami sebagai pola pengasuhan yang berpusat pada internalisasi nilai-nilai Islam, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak. Namun, masih minim penelitian yang menelaah keluarga kyai yang tidak hanya menekankan religiusitas, tetapi juga mengintegrasikan orientasi pendidikan formal dan pencapaian prestasi anak. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji transformasi pola asuh religius-edukatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana nilai keislaman dan pendidikan modern disintesiskan dalam praktik pengasuhan, serta bagaimana integrasi tersebut berdampak pada prestasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi kasus pada salah satu keluarga kyai di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif untuk menggali fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran signifikan dari pola asuh tradisional yang berfokus pada religiusitas menuju model pengasuhan holistik yang memadukan nilai keislaman dengan pendidikan modern. Transformasi tersebut tampak melalui keseimbangan antara rutinitas ibadah dan aktivitas akademik, serta adaptasi keluarga terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terbukti berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan prestasi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengasuhan religius-edukatif dalam keluarga kyai relevan sebagai paradigma pendidikan keluarga Islam kontemporer untuk membangun generasi Muslim yang berintegritas spiritual dan unggul secara akademik.
Copyrights © 2026