Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendampingan spiritual bagi lansia terlantar yang tidak hanya membutuhkan pelayanan sosial, tetapi juga penguatan aspek psikologis dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Bimbingan Rohani Islam dalam pengembangan spiritual well-being lansia terlantar di Rumah Singgah Pajang Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi pembimbing rohani, pekerja sosial, pihak Dinas Sosial, dan lansia penghuni rumah singgah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bimbingan Rohani Islam berlangsung melalui model pendampingan psikospiritual yang mengintegrasikan pemberian stimulus keagamaan, penguatan coping spiritual, dan pengembangan spiritual well-being lansia. Proses bimbingan dilakukan secara adaptif melalui kegiatan bimbingan kelompok, bimbingan individual, praktik ibadah, dzikir, dan tadzkir yang disesuaikan dengan kondisi fisik, psikologis, serta kemampuan kognitif lansia. Pendampingan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan diri, penguatan hubungan spiritual dengan Allah Swt., keterhubungan sosial, serta rasa nyaman terhadap lingkungan tempat tinggal. Hambatan utama dalam implementasi layanan berasal dari keterbatasan kondisi lansia dan dinamika pelayanan sosial di rumah singgah yang memerlukan pendekatan fleksibel. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menunjukkan bahwa Bimbingan Rohani Islam pada lansia terlantar bukan hanya aktivitas keagamaan, tetapi merupakan proses pendampingan psikospiritual yang bekerja melalui mekanisme coping dan dukungan lingkungan dalam membangun spiritual well-being secara multidimensional.
Copyrights © 2026