Penelitian ini mengkaji integrasi Acceptance and Commitment Therapy (ACT) berbasis nilai Islami sebagai intervensi untuk mengatasi academic burnout pada mahasantri, yakni mahasiswa yang menjalani pendidikan formal di perguruan tinggi sekaligus mengikuti pembinaan keagamaan di pondok pesantren. Tuntutan ganda dari kehidupan akademik kampus dan kewajiban pesantren menempatkan mahasantri pada risiko tinggi mengalami kelelahan psikologis yang berkepanjangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga subjek di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasil skrining skor burnout tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipatif, dan jurnal refleksi harian, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami academic burnout dalam tiga dimensi yaitu kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi akademik. Integrasi enam proses Hexaflex ACT dengan nilai-nilai spiritual Islam seperti ridha, tawakal, istiqomah, tafakkur, dan dzikir dalam kerangka tazkiyatun nafs terbukti cukup efektif meningkatkan fleksibilitas psikologis dan regulasi emosi subjek. Pasca intervensi, mahasantri menunjukkan peningkatan penerimaan diri, berkurangnya perilaku menghindar, serta komitmen yang lebih kuat terhadap tujuan akademik dan spiritual secara bersamaan.
Copyrights © 2026