Kearifan lokal merupakan aset budaya yang berperan penting dalam membentuk identitas masyarakat sekaligus menjadi sumber pembelajaran kontekstual di dunia pendidikan. Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, legenda sebagai bagian dari sastra lisan menyimpan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya yang berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra di pendidikan dasar. Namun, pemanfaatan legenda lokal sebagai bahan ajar masih terbatas dan belum terstruktur secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas dalam mengembangkan, mendokumentasikan, dan mengaktualisasikan legenda masyarakat Bima sebagai upaya penguatan kearifan lokal sekaligus sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran sastra di tingkat pendidikan dasar. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sastra dengan dukungan etnografi digital. Data diperoleh melalui wawancara daring dengan tokoh masyarakat dan pelaku budaya, serta dokumentasi cerita rakyat yang berkembang di lingkungan komunitas. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menekankan pada identifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa legenda masyarakat Bima mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti kepemimpinan, gotong royong, solidaritas sosial, kearifan ekologis, dan penghormatan terhadap tradisi. Selain itu, proses pemberdayaan komunitas juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mewariskan cerita rakyat sebagai identitas budaya lokal. Kesimpulannya, pemberdayaan komunitas dalam pengembangan legenda lokal tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal di pendidikan dasar. Oleh karena itu, diperlukan integrasi sistematis antara komunitas budaya dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan berkelanjutan
Copyrights © 2026