Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan aktivitas saraf simpatis sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami stres sedang sebanyak 45 responden (46,4%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 50 responden (51,5%), sedangkan tekanan darah diastolik terbanyak berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 46 responden (47,4%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan tekanan darah sistolik (p-value = 0,000; V = 0,351) dan tekanan darah diastolik (p-value = 0,014; V = 0,267). Disarankan lansia hipertensi mampu mengelola stres dengan baik untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi hipertensi. Kata Kunci : Tingkat Stres, Tekanan Darah, Hipertensi
Copyrights © 2026