Ibu post sectio caesarea (SC) mengalami berbagai permasalahan hambatan produksi ASI yang disebabkan oleh adanya efek obat anastesi, imobitas dan intensitas nyeri yang membatasi pergerakan sehingga rangsang payudara untuk memproduksi ASI terhambat, produksi ASI dapat ditingkatkan dengan melakukan perawatan payudara, salah satunya yaitu dengan pijat laktasi tuina. Tujuan studi ini adalah untuk menerapkan pijat tuina terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu primipara pasca operasi sectio caesarea. Metode yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan, dengan jumlah subjek studi 3 orang. Intervensi dilakukan selama dua hari dengan durasi 30 menit per hari 1 kali , evaluasi dalam penerapan ini yaitu dengan mengukuran produksi ASI menggunakan pompa elektrik yang kemudian hasilnya diukur menggunakan spuit serta mengukur pemulihan involusi uteri (tinggi fundus uteri). Hasil studi kasus menunjukkan peningkatkan produksi ASI dengan rerata produksi ASI 5,7 ml, sedangkan untuk pemulihan uterus menunjukkan kesesuaian antara waktu proses involusi sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pemulihan uterus. Simpualan studi kasus didapatkan bahwa Pijat tuina dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI post sectio caesarea.
Copyrights © 2026