Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian yang berkaitan erat dengan proses aterosklerosis dan akumulasi faktor risiko metabolik. Penilaian risiko berbasis populasi menjadi penting pada wilayah yang mengalami transisi epidemiologi, seperti Kota Jayapura. Framingham Risk Score (FRS) banyak digunakan untuk memprediksi risiko PJK, namun kinerjanya dapat bervariasi antar populasi sehingga diperlukan eksplorasi biomarker tambahan seperti kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko PJK pada populasi dewasa di Kota Jayapura menggunakan kombinasi FRS dan kadar asam urat. Metode penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 38 responden dewasa berusia 30–70 tahun. Risiko PJK dihitung menggunakan FRS dan dikombinasikan dengan pemeriksaan kadar asam urat. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah (47,4%), diikuti risiko menengah (31,6%) dan tinggi (21,1%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar asam urat dengan tingkat risiko PJK (p=0,405). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kadar asam urat belum dapat digunakan sebagai indikator utama dalam penilaian risiko PJK, namun berpotensi sebagai faktor tambahan dalam stratifikasi risiko kardiovaskular.
Copyrights © 2026