Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi dan di Indonsia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun dengan sebanyak 13,3% penderita hipertensi tidak mengonsumsi obat serta 32,3% tidak rutin minum obat antihipertensi, sehingga kepatuhan pengobatan hipertensi di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak sambiloto terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mencit (Mus musculus) model hipertensi. Metode yang digunakan adalah true experimental dengan desain post-test only control group design pada mencit jantan di bawah induksi NaCl 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p < 0,05). Berdasarkan analisis deskriptif, dosis 30 mg/kgBB menunjukkan efektivitas paling baik karena nilainya paling mendekati kelompokkontrol negatif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) berpotensi sebagai terapi herbal alternatif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada mencit hipertensi.
Copyrights © 2026