Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan upaya penting untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. Berdasarkan observasi awal di SMAN 14 Konawe Selatan, ditemukan bahwa sebagian siswa masih belum sepenuhnya memahami pentingnya PHBS, serta terdapat kekurangan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan sarana cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan siswa di SMAN 14 Konawe Selatan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental yang melibatkan satu kelompok (one group), pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa yang dipilih sebagai kelas model. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi penyuluhan, yang disampaikan melalui metode ceramah interaktif, kegiatan ice breaking, serta permainan edukatif Ranking 1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 14 siswa (63,63%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 8 siswa (36,36%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Setelah menerima penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 21 siswa (95,45%), sementara jumlah siswa dengan pengetahuan cukup menurun menjadi 1 siswa (4,54%). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p(0,001)<ɑ(0,05), yang mana artinya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan secara statistik.
Copyrights © 2026