Inkontinensia urine dialami oleh 30–60% lansia berusia di atas 60 tahun dan berdampak pada kualitas hidup, risiko jatuh, serta kesejahteraan psikososial. Bladder training merupakan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan, namun sintesis bukti pada populasi lansia masih terbatas. Literature review ini bertujuan mengkaji efektivitas bladder training dalam menurunkan inkontinensia urine pada lansia berdasarkan bukti ilmiah tahun 2018–2023. Penelusuran dilakukan pada PubMed/MEDLINE, Google Scholar, CINAHL, dan Garuda menggunakan operator Boolean, mengikuti alur PRISMA. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dengan desain RCT, quasi-eksperimen, kohort, dan systematic review, berasal dari 10 negara, dengan durasi intervensi 3–12 minggu. Hasil menunjukkan bladder training secara konsisten menurunkan frekuensi episode inkontinensia, meningkatkan kapasitas fungsional kandung kemih, dan memperpanjang interval berkemih. Meta-analisis melaporkan effect size sedang hingga besar (Cohen's d = 0,72). Kombinasi dengan latihan otot dasar panggul menghasilkan penurunan episode inkontinensia hingga 68–70%. Bladder training terbukti efektivitasnya setara terapi antikolinergik dengan profil keamanan lebih baik. Kepatuhan pasien dan dukungan keluarga merupakan prediktor keberhasilan utama. Bladder training layak diposisikan sebagai intervensi lini pertama yang aman, terjangkau, dan efektif dalam penatalaksanaan inkontinensia urine pada lansia.
Copyrights © 2026