Wali Asrama di Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam mendukung layanan rehabilitasi sosial anak melalui pengasuhan, pembinaan karakter, dan pendampingan peserta didik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik baik, potensi pengembangan, dan kebutuhan penguatan kapasitas Wali Asrama melalui program supervisi SDM yang diinisiasi oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial di SRMA 25 Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif evaluatif dengan instrumen supervisi berbasis penilaian multi-responden yang melibatkan siswa, wali asrama (penilaian mandiri), rekan sejawat, wali asuh, dan kepala sekolah sebagai atasan. Hasil evaluasi menunjukkan capaian kinerja yang sangat baik pada seluruh aspek penilaian. Aspek etika dan sikap profesional memperoleh nilai tertinggi (99%), diikuti disiplin dan tanggung jawab (98%), serta kerja sama tim (97%). Temuan ini menunjukkan komitmen, integritas, dan kepedulian tinggi Wali Asrama dalam menjalankan tugas pengasuhan. Komunikasi yang empatik dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak menjadi faktor pendukung utama. Kegiatan supervisi juga menghasilkan masukan untuk penguatan sistem kerja, terutama terkait pengelolaan tugas pengasuhan yang berlangsung sepanjang waktu dan harmonisasi tata tertib antara asrama dan sekolah mitra. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan penyusunan mekanisme piket berkelompok, workshop psikologi anak, dan peningkatan koordinasi lintas lembaga guna mendukung keberlanjutan mutu layanan pengasuhan.
Copyrights © 2025