Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan bahan baku yang efisien, khususnya pada UMKM produksi pangsit yang masih mengandalkan pendekatan konvensional berbasis perkiraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimalisasi faktor-faktor produksi dan pengambilan keputusan serta keuntungan maksimum yang dapat diperoleh dari optimalisasi produksi pangsit pada UMKM Berkah Kerupuk Adi Jaya di Desa Taraman Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pemrograman linear metode Simpleks yang dioperasikan melalui perangkat lunak POM-QM for Windows. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi langsung dari pelaku usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa tenaga kerja merupakan faktor pembatas utama dengan nilai kelonggaran nol dan nilai ganda yang positif, sedangkan bahan baku dan kapasitas produksi bersifat tidak mengikat dengan sisa kapasitas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Solusi optimal yang dihasilkan menyarankan agar produksi difokuskan pada pangsit besar dengan keuntungan maksimum sebesar Rp4.740.587 per proses produksi, lebih tinggi dibandingkan pangsit kecil yang menghasilkan keuntungan sebesar Rp2.240.587 per proses. Penerapan metode pemrograman linear terbukti mampu menghasilkan keputusan produksi yang lebih rasional, efisien, dan berbasis data dibandingkan pendekatan konvensional, sehingga dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM sektor pangan di Indonesia.
Copyrights © 2026